PBNU Mengkritik Keras Rencana Pendirian 'Negara Yahudi Israel' di Tepi Barat
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ahmad Fahrur Rozi, menyatakan kecaman keras terhadap rencana Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk mendirikan sebuah 'negara Yahudi Israel' di wilayah pendudukan Tepi Barat. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pengumuman pembangunan permukiman baru oleh pemerintah Israel di wilayah Palestina.
KH. Ahmad Fahrur Rozi, yang akrab disapa Gus Fahrur, menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak fundamental warga Palestina. Ia mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas dalam mencegah dan mengecam pembangunan permukiman ilegal yang digagas oleh pemerintah Israel.
"Pembangunan permukiman oleh Israel di Tepi Barat adalah tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional," tegas Gus Fahrur. Ia menambahkan bahwa tindakan ini berpotensi merusak upaya perdamaian yang berkelanjutan antara Israel dan Palestina, serta mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan. Lebih lanjut, Gus Fahrur menyoroti bahwa permukiman ilegal tersebut menghalangi terwujudnya solusi dua negara (two-state solution), sebuah konsep yang secara luas diakui sebagai kerangka kerja terbaik untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi.
Rencana Israel Katz untuk mendirikan 'negara Yahudi Israel' di Tepi Barat diumumkan sehari setelah pemerintah Israel menyetujui pembangunan 22 permukiman baru di wilayah Palestina. Tindakan ini semakin memperburuk ketegangan dan mengancam prospek perdamaian.
Permukiman Israel di Tepi Barat secara konsisten dikutuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional sebagai ilegal menurut hukum internasional. PBB berulang kali menyerukan kepada Israel untuk menghentikan semua kegiatan permukiman dan menghormati kewajibannya berdasarkan hukum internasional.
Israel Katz, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa pembangunan permukiman baru adalah respons terhadap organisasi teroris yang berusaha merusak dan melemahkan kontrol Israel atas wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan pesan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan para pemimpin lainnya yang mendukung pengakuan negara Palestina, bahwa Israel akan terus membangun 'negara Yahudi Israel' di Tepi Barat.
"Kertas (pengakuan negara Palestina) itu akan dibuang ke tong sampah sejarah, dan Negara Israel akan berkembang dan makmur," kata Katz, seperti dikutip oleh kantor berita AFP.
Pernyataan Katz tersebut disampaikan saat mengunjungi pos terdepan permukiman Sa-Nur di Tepi Barat utara. Penduduk Sa-Nur dievakuasi pada tahun 2005 sebagai bagian dari penarikan Israel dari Gaza.
Israel telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967. Wilayah ini, bersama dengan Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, merupakan wilayah Palestina yang diakui secara internasional.