LPS Optimistis Mampu Mencegah Terulangnya Krisis Moneter 1998 dengan Instrumen yang Dimiliki
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan kesiapannya dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi yang dapat mengancam stabilitas sistem keuangan Indonesia. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa dengan instrumen dan strategi yang dimiliki, LPS berupaya sekuat tenaga untuk mencegah terulangnya krisis moneter seperti yang terjadi pada tahun 1998.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam acara LPS Putih Abu-Abu Financial Festival 2025 di TMII, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa LPS akan mengoptimalkan seluruh instrumen yang ada untuk melakukan tindakan pencegahan dini (early intervention) terhadap masalah yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi sistem keuangan. Langkah ini termasuk melaporkan potensi ancaman dan langkah-langkah yang perlu diambil dalam rapat internal.
Salah satu strategi utama LPS adalah pengembangan sistem peringatan dini (early warning system/EWS). Sistem ini memungkinkan LPS untuk memantau dan menganalisis dinamika ekonomi nasional secara lebih detail dari waktu ke waktu, termasuk kondisi sektor perbankan. Dengan EWS, LPS berharap dapat mendeteksi potensi masalah sejak dini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah krisis.
"Kenapa saya berani bilang begitu? Karena LPS mengembangkan early warning system yang melihat ekonomi kita dari waktu ke waktu dengan detail, termasuk kondisi perbankannya. Jadi kecil kemungkinannya akan kecolongan,” ujar Purbaya.
Selain itu, LPS juga mencatat pertumbuhan aset yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai aset LPS saat ini mencapai Rp 255 triliun, sebagian besar berupa obligasi dalam mata uang dolar AS dan rupiah, serta sebagian kecil dalam bentuk tunai. LPS memperkirakan nilai aset akan terus bertumbuh hingga mencapai Rp 270 triliun pada akhir tahun 2025. Purbaya mengungkapkan bahwa aset LPS telah meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Berikut rincian aset LPS:
- Sebagian besar dalam bentuk obligasi (dolar AS dan rupiah)
- Sebagian kecil dalam bentuk tunai
- Obligasi pemerintah
LPS meyakini bahwa dengan kombinasi instrumen yang kuat, sistem peringatan dini yang efektif, dan pertumbuhan aset yang berkelanjutan, lembaga ini akan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia dan mencegah terulangnya krisis moneter di masa depan.