Cita-Cita Mulia Mahasiswa UGM yang Tewas dalam Kecelakaan Pupus, Keluarga Berduka

Keluarga Argo Ericko Achfandi (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Yogyakarta, tengah dirundung duka mendalam. Ibunda Argo, Meiliana (48), mengungkapkan bahwa putranya memiliki cita-cita luhur untuk menjadi seorang pengacara perusahaan (corporate lawyer) setelah menyelesaikan pendidikannya di UGM.

Argo, yang dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki kemampuan membaca serta menghafal yang kuat sejak kecil, telah mempersiapkan diri untuk mewujudkan impiannya tersebut. Selain bercita-cita menjadi seorang pengacara, Argo juga berencana melanjutkan studinya ke jenjang strata dua (S2) di luar negeri melalui program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Persiapan untuk meraih beasiswa tersebut telah dimulai jauh-jauh hari, meskipun masih beberapa tahun lagi Argo akan lulus dari UGM.

Di mata ibunya, Argo adalah sosok pemuda yang memiliki tujuan hidup yang jelas dan semangat yang tinggi untuk meraih masa depan yang gemilang. Ia tidak hanya berambisi untuk sukses dalam karier, tetapi juga memiliki keinginan yang kuat untuk membahagiakan ibundanya yang telah menjadi orang tua tunggal selama 11 tahun terakhir, serta adiknya yang masih duduk di bangku SMA. Semangat dan dedikasi Argo terhadap keluarganya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Meiliana.

Namun, takdir berkata lain. Kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (24/5/2025) dini hari, merenggut nyawa Argo. Ia menjadi korban tabrak lari oleh pengemudi mobil BMW bernama Christiano Pengarapenta Pengidahan Tarigan, yang juga merupakan mahasiswa UGM dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Pihak kepolisian telah menetapkan Christiano sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menyebabkan Argo meninggal dunia.

Kepergian Argo tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memupuskan semua harapan dan impian yang telah ia bangun. Meiliana, yang selama ini menggantungkan harapan besar kepada Argo sebagai pengganti figur ayah dan tulang punggung keluarga, merasa kehilangan arah dan masa depannya. Cita-cita Argo untuk menjadi seorang pengacara sukses, melanjutkan studi ke luar negeri, dan membahagiakan keluarganya, kini hanya tinggal kenangan.

Keluarga dan kerabat terus memberikan dukungan moral kepada Meiliana dan keluarga yang ditinggalkan. Mereka berharap agar Meiliana diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi cobaan berat ini, serta agar arwah Argo diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.