Hilirisasi sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi: Strategi Sampoerna di Panggung Global

Hilirisasi sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi: Strategi Sampoerna di Panggung Global

Pemerintah Indonesia tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Salah satu strategi kunci untuk mencapai target ambisius ini adalah hilirisasi industri. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), sebagai contoh nyata keberhasilan hilirisasi di sektor tembakau, baru-baru ini memaparkan strategi bisnisnya dalam konteks ini di Asia Business Conference 2025 di Harvard Business School. Presentasi Presiden Direktur HM Sampoerna, Ivan Cahyadi, menyoroti peran vital hilirisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Integrasi Hulu-Hilir: Dari Petani hingga Konsumen

Model bisnis Sampoerna yang terintegrasi, dari hulu hingga hilir, menjadi kunci keberhasilannya. Di hulu, perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih lokal, memastikan pasokan bahan baku berkualitas tinggi dan mendukung perekonomian pedesaan. Lebih dari 1.700 pemasok lokal juga dilibatkan dalam proses produksi, menciptakan rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan. Di hilir, Sampoerna mempekerjakan lebih dari 90.000 karyawan secara langsung dan tidak langsung, tersebar di 9 fasilitas produksi miliknya dan 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dimiliki oleh pengusaha daerah dan koperasi. Jaringan distribusi yang luas, melibatkan lebih dari 1,5 juta peritel di seluruh Indonesia, memastikan jangkauan pasar yang optimal.

Inovasi dan Komitmen Sosial

Sampoerna tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan keberlanjutan. Investasi Philip Morris International (PMI) senilai lebih dari 6,4 miliar dolar AS sejak 2005 telah mendukung pertumbuhan dan ekspansi perusahaan. Komitmen terhadap pemasaran produk tembakau yang bertanggung jawab, khususnya dengan menekankan larangan penjualan kepada anak di bawah 21 tahun, diwujudkan melalui edukasi kepada 1,5 juta mitra peritel dan program Youth Access Prevention (YAP). Ekspor produk ke lebih dari 30 pasar di Asia Pasifik, termasuk produk tembakau inovatif bebas asap IQOS/TEREA, juga menunjukkan komitmen terhadap inovasi dan ekspansi pasar global.

Memberdayakan UMKM: Pilar Ekonomi Nasional

Program pemberdayaan UMKM merupakan pilar penting dalam strategi bisnis Sampoerna. Melalui 'Sampoerna untuk Indonesia', perusahaan telah memberdayakan puluhan ribu UMKM, terutama toko kelontong, melalui berbagai inisiatif. Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), yang telah beroperasi sejak 2007, telah memberikan pelatihan terintegrasi kepada 97.000 UMKM, sebagian di antaranya bahkan berhasil melakukan ekspor. Sampoerna Retail Community (SRC), yang dimulai pada 2008, telah mendampingi lebih dari 250.000 UMKM, memberikan manfaat berupa edukasi, pengelolaan keuangan, pengembangan bisnis, dan digitalisasi melalui platform AYO by SRC. Keberhasilan SRC dalam mendorong digitalisasi dan peningkatan transaksi, mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS dengan 11,5 juta transaksi, menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan riset Kompas Gramedia Media tahun 2023, SRC berkontribusi sebesar 14,5 miliar dolar AS per tahun terhadap PDB ritel nasional.

Falsafah Tiga Tangan dan Pengembangan SDM

Sampoerna, yang berawal sebagai UMKM di Surabaya dan menjadi afiliasi PMI sejak 2005, mengaplikasikan Falsafah Tiga Tangan yang telah memandu perusahaan sejak 1913. Falsafah ini menekankan penciptaan nilai tambah bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra bisnis, pemegang saham, dan masyarakat luas. Komitmen terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tercermin dalam program pengembangan karier yang kuat dan kesempatan penugasan internasional bagi karyawan Sampoerna. Saat ini, sekitar 70 karyawan Sampoerna menempati posisi penting di berbagai afiliasi PMI di seluruh dunia.

Keberlanjutan dan Pertumbuhan Ekonomi

Integrasi prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas bisnis, di bawah payung Program Keberlanjutan 'Sampoerna untuk Indonesia', menunjukkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penyerapan tenaga kerja, pengembangan SDM, ekspor, dan penciptaan nilai tambah, Sampoerna berkontribusi secara aktif terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional dan kemajuan bangsa.