Evaluasi 100 Hari Gubernur Banten: Legislator Gerindra Soroti Kesenjangan Infrastruktur dan Ukuran Keberhasilan

Fraksi Gerindra DPRD Banten menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah. Rifky Hermiansyah, anggota Fraksi Gerindra, berpendapat bahwa evaluasi kinerja pembangunan infrastruktur di Banten tidak dapat diukur hanya dalam rentang waktu 100 hari.

Menurut Rifky, setiap provinsi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga memerlukan alat ukur keberhasilan yang spesifik. Ia menilai bahwa membandingkan tingkat kepuasan kerja antar daerah adalah kurang tepat. Rifky menyoroti masalah pemerataan pembangunan infrastruktur yang belum merata antara wilayah Banten bagian selatan dan utara. Menurutnya, permasalahan ini tidak mungkin diselesaikan hanya dalam tiga bulan pertama masa jabatan gubernur dan wakil gubernur.

"Tidak bisa 100 hari. Satu provinsi dengan provinsi lain semestinya memiliki alat ukur yang berbeda. Kebutuhannya juga berbeda-beda. Menurut saya, membandingkan tingkat kepuasan kerja antardaerah tidaklah elok," ujar Rifky.

Ia memberikan apresiasi terhadap program "Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra)" yang telah dianggarkan dalam APBD 2024. Program ini menunjukkan komitmen gubernur dalam memperbaiki infrastruktur jalan desa dan kabupaten yang rusak. Dengan adanya program ini, Pemerintah Provinsi Banten dapat membantu menangani jalan-jalan rusak yang sebelumnya menjadi tanggung jawab pemerintah desa atau kabupaten/kota.

Rifky juga menyinggung program sekolah gratis untuk SMA swasta yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. Ia menjelaskan bahwa manfaat program ini baru akan dirasakan oleh masyarakat pada bulan Juli-Agustus, yang berarti melampaui periode 100 hari kerja kepala daerah. Oleh karena itu, survei kinerja yang dilakukan dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang dirasakan oleh masyarakat Banten secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Rifky menyatakan bahwa Andra Soni telah meletakkan fondasi yang kuat untuk kemajuan Banten di masa depan. Ia mengapresiasi langkah-langkah konkret yang telah diambil, meskipun tidak selalu mendapatkan sorotan media. Menurutnya, Andra Soni termasuk kepala daerah yang cepat dalam bekerja dan memenuhi ekspektasi masyarakat Banten, bahkan tanpa publisitas berlebihan.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis survei mengenai kepuasan publik terhadap kinerja enam gubernur di Pulau Jawa. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan yang bervariasi di antara para gubernur tersebut. Survei ini dilakukan pada tanggal 12 hingga 19 Mei 2025 dengan melibatkan jumlah responden yang berbeda di setiap provinsi. Di DKI Jakarta, jumlah responden adalah 500 orang, sedangkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masing-masing 600 responden. Sementara itu, di DIY dan Banten, jumlah responden masing-masing adalah 400 orang.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan pewawancara yang terlatih. Margin of error survei bervariasi di setiap provinsi, yaitu +/- 4,5 persen di DKI Jakarta, +/- 4,1 persen di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta +/- 5 persen di DIY dan Banten. Tingkat kepercayaan survei adalah 95 persen. Para responden di setiap provinsi diberikan pertanyaan yang sama, yaitu mengenai tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja gubernur masing-masing. Hasilnya, 60 persen responden puas dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, 62,5 persen puas dengan kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan 50,8 persen puas dengan kinerja Gubernur Banten Andra Soni.