Philipp Lahm Soroti Keunikan Final Liga Champions: Duel Prancis Kontra Italia Akhiri Dominasi?
Mantan kapten Bayern Munich, Philipp Lahm, mengungkapkan antusiasmenya menyambut final Liga Champions musim ini yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan. Lahm menyoroti pertemuan dua kekuatan sepak bola dari Prancis dan Italia yang dinilai membawa angin segar di tengah dominasi klub-klub tertentu dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sebuah opini yang ditulisnya, Lahm menyampaikan bahwa variasi dalam Liga Champions sangat penting untuk menjaga daya tarik kompetisi. Ia menunjuk pada dominasi Real Madrid dan Manchester City dalam empat musim terakhir sebagai contoh kurangnya variasi tersebut.
"Liga Champions harus bervariasi, jika tidak, kompetisi akan kehilangan daya tariknya. Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan dominasi dua klub tertentu. Selama empat tahun terakhir, final selalu melibatkan Real Madrid atau Manchester City, dan dalam tiga tahun terakhir, tidak ada tim lain yang berhasil meraih gelar juara," ujar Lahm.
Lahm juga menyoroti fakta bahwa sejak tahun 2014, gelar juara Liga Champions selalu menjadi milik klub-klub dari Spanyol atau Inggris. Satu-satunya pengecualian adalah Bayern Munich pada tahun 2020, yang menurutnya diuntungkan oleh situasi pandemi COVID-19.
Final antara PSG dan Inter Milan, menurut Lahm, menjanjikan sesuatu yang berbeda. Pertandingan ini akan mempertemukan wakil dari Prancis dan Italia, dua negara yang lama tidak merasakan gelar juara Liga Champions.
"Pada hari Sabtu nanti, kita akan menyaksikan pemenang baru dari negara yang berbeda di Munich. Paris Saint-Germain akan menghadapi Inter Milan. Pertemuan antara Prancis dan Italia di final adalah hal yang langka," katanya.
Lahm juga menyoroti kerinduan Serie A akan gelar juara Eropa setelah 15 tahun lamanya. Terakhir kali tim Italia mengangkat trofi Liga Champions adalah pada tahun 2010, saat Inter Milan menjadi kampiun.
"Serie A, yang pernah menjadi liga terbaik di dunia, belum memenangkan gelar juara lagi selama 15 tahun. Sementara itu, Ligue 1 terakhir kali memiliki pemenang pada tahun 1993, pada musim perdana Liga Champions, ketika Marseille mengalahkan Milan. Sejak saat itu, hanya ada dua final yang melibatkan klub Prancis, yaitu Monaco yang kalah pada tahun 2004 dan PSG pada tahun 2020," pungkasnya.
Dengan demikian, final Liga Champions antara PSG dan Inter Milan bukan hanya sekadar pertandingan perebutan gelar, tetapi juga momentum bagi sepak bola Prancis dan Italia untuk mengembalikan kejayaan mereka di panggung Eropa.