Wakil Ketua MPR Imbau Presiden Prabowo Pertimbangkan Kembali Pernyataan Terkait Hubungan dengan Israel

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), memberikan imbauan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan beliau mengenai potensi pembukaan hubungan bilateral antara Indonesia dan Israel. Imbauan ini muncul sebagai respons atas pernyataan Prabowo yang menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengakui Israel dan menjalin hubungan diplomatik, dengan syarat Israel mengakui kemerdekaan Palestina.

Dalam siaran persnya, HNW menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan terkait normalisasi dan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel. Ia berpendapat bahwa hal ini sebaiknya dilakukan setelah terpenuhinya syarat utama yang telah diajukan oleh Presiden Prabowo, yaitu kemerdekaan Palestina secara penuh dan berdaulat, sesuai dengan keputusan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memahami bahwa pernyataan Prabowo merupakan implementasi dari solusi dua negara (two-state solution) yang sering diajukan sebagai solusi untuk konflik Israel-Palestina. Namun, HNW mengingatkan bahwa solusi ini selalu ditolak oleh Israel, dan belum ada indikasi bahwa Israel akan menghentikan tindakan-tindakannya, apalagi mengakui kemerdekaan Palestina.

"Solusi dua negara ini memang bukan suatu hal yang baru. Sejak tahun 2002 sudah dimunculkan, tetapi sejak saat itu sampai sekarang Israel selalu menolak two state solution itu," ujarnya.

Oleh karena itu, HNW menyarankan agar Presiden Prabowo lebih fokus pada dukungan terhadap Palestina dan mengajak negara-negara sahabat untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat. Menurutnya, langkah ini akan lebih solutif dan sesuai dengan konstitusi serta harapan masyarakat luas, baik di Palestina maupun Indonesia.

"Akan lebih solutif, lebih sesuai dengan Konstitusi dan harapan masyarakat luas, termasuk di Palestina maupun Indonesia, apabila Presiden Prabowo lebih fokus mengedepankan perjuangan kemerdekaan Palestina yang diakui oleh mayoritas mutlak negara-negara dunia atau anggota PBB," kata HNW.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mengakui Israel sebagai negara berdaulat jika Israel mengakui Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam pernyataan bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta.

"Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa kemerdekaan bagi bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang benar. Namun, ia juga menekankan pentingnya mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan aman.