Sejarah Tersembunyi: Dua Pintu Ka'bah yang Pernah Ada dan Dibuka untuk Umum

Ka'bah, bangunan suci yang menjadi pusat ibadah umat Islam di Masjidil Haram, Mekah, menyimpan berbagai fakta sejarah yang mungkin belum banyak diketahui. Salah satunya adalah keberadaan dua pintu yang dulunya pernah menjadi akses keluar masuk bagi para pengunjung.

Merujuk pada catatan sejarah, keberadaan dua pintu Ka'bah ini sudah ada sejak masa Nabi Ibrahim AS membangunnya. Pintu-pintu tersebut terletak di sisi timur setelah Hajar Aswad dan di sisi barat setelah rukun Yamani. Pada awalnya, kedua pintu ini tidak memiliki daun pintu.

Perubahan signifikan terjadi ketika kaum Quraisy melakukan renovasi Ka'bah. Mereka memutuskan untuk menghilangkan pintu barat dan meninggikan pintu timur sekitar dua meter dari permukaan tanah, serta menambahkan daun pintu yang bisa dibuka dan ditutup. Pintu timur ini kemudian dibuka setiap hari Senin dan Kamis.

Pada tahun 64 Hijriah, renovasi kembali dilakukan oleh Ibnu Az-Zubair. Ia membuka kembali pintu barat dan menurunkan kedua pintu ke permukaan tanah. Tinggi pintu saat itu mencapai 5,28 meter dengan lebar daun pintu masing-masing 85 cm. Satu pintu berfungsi sebagai pintu masuk, sementara pintu lainnya sebagai pintu keluar.

Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Setelah Ibnu Az-Zubair terbunuh, Al-Hajjaj bin Yusuf, panglima Abdul Malik bin Marwan, kembali menghilangkan pintu barat Ka'bah. Ia juga meninggikan posisi pintu timur sehingga tingginya menjadi 3,12 meter. Bekas pintu barat masih dapat dilihat dari dalam Ka'bah, ditutupi dengan batu selebar 1,5 meter dan panjang lebih dari 2,5 meter.

Pintu timur yang masih ada hingga saat ini memiliki tinggi 312 cm, lebar 168 cm, dan tebal 50 cm. Pintu ini konon dikirim dari Konstantinopel pada tahun 1633 M dan dilapisi perak dengan pahatan dekorasi.

Nabi Muhammad SAW sendiri pernah berkeinginan untuk merenovasi Ka'bah dengan membuat dua pintu, satu untuk masuk dan satu untuk keluar. Namun, niat tersebut diurungkan karena mempertimbangkan kondisi masyarakat yang baru masuk Islam. Beliau khawatir perubahan tersebut dapat menimbulkan kebingungan dan kerusakan pada keyakinan mereka.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Aisyah, kalaulah kaummu tidak baru masuk Islam, maka tentulah kuhancurkan Ka'bah lalu meratakannya dengan tanah. Lalu membuat dua pintu baginya, sebuah pintu di bagian timur dan sebuah pintu di bagian barat. Lalu menambahkan bata setinggi enam hasta. Karena sesungguhnya orang-orang Quraisy kekurangan dana ketika membangun Ka'bah."

Kisah tentang dua pintu Ka'bah ini menjadi bagian penting dari sejarah bangunan suci tersebut. Meskipun pintu barat telah lama dihilangkan, bekasnya masih dapat dilihat sebagai pengingat akan perubahan dan renovasi yang telah dilalui Ka'bah selama berabad-abad.