Konsumsi Susu Berlebihan pada Anak: Dokter Ingatkan Risiko dan Batasan Ideal
Pernyataan seorang tokoh masyarakat mengenai konsumsi susu hingga 2 liter per hari untuk meningkatkan tinggi badan anak telah memicu perdebatan. Klaim tersebut didasarkan pada pengalaman pribadi, di mana kedua putranya memiliki tinggi badan di atas rata-rata setelah rutin mengonsumsi susu dalam jumlah besar sejak kecil hingga sekolah menengah atas.
Namun, anjuran ini mendapat tanggapan serius dari kalangan medis. Dokter spesialis anak, dr. Ratih Puspita, SpA, menekankan pentingnya konsumsi susu bagi anak-anak, tetapi mengingatkan bahwa jumlah yang berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan. Ia menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi susu yang aman untuk anak di atas satu tahun adalah 600 ml per hari.
Konsumsi susu yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, antara lain:
- Gangguan Makan: Anak menjadi terlalu kenyang hanya dengan minum susu, sehingga mengurangi nafsu makan terhadap makanan bergizi lainnya.
- Anemia Defisiensi Besi: Asupan makanan yang kaya zat besi, seperti daging dan sayuran hijau, menjadi berkurang karena anak lebih memilih susu.
Sebagai alternatif, dr. Ratih menyarankan agar orang tua lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan protein hewani anak melalui makanan sehari-hari. Sumber protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging sapi mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan tulang dan otot.
Selain nutrisi, faktor lain yang tak kalah penting adalah kualitas tidur. Dr. Ratih menekankan pentingnya menjaga jam tidur anak agar teratur dan cukup. Ia menyarankan agar anak tidur tidak terlalu larut malam, idealnya sebelum pukul 21.00, karena hormon pertumbuhan bekerja optimal saat anak tidur lelap di malam hari. Dengan demikian, pertumbuhan anak tidak hanya bergantung pada asupan susu, tetapi juga pada nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup.