PDIP Tegaskan Syarat Krusial bagi Indonesia untuk Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, dari Fraksi PDI Perjuangan, memberikan tanggapan terhadap potensi pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. Hasanuddin menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, namun dengan catatan penting bahwa Israel harus memenuhi sejumlah persyaratan mendasar terlebih dahulu.

Menurut Hasanuddin, pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan tanpa pertimbangan matang. Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh Israel agar hubungan tersebut dapat terwujud. Pertama dan terutama, Israel harus secara resmi mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Negara Palestina. Pengakuan ini menjadi fondasi utama bagi terjalinnya hubungan yang setara dan saling menghormati.

Kedua, Israel harus menghentikan segala bentuk agresi militer terhadap wilayah Palestina dan menarik mundur pasukannya dari wilayah-wilayah pendudukan. Agresi militer yang berkelanjutan hanya akan memperkeruh suasana dan menghalangi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Ketiga, Israel dan Palestina harus mampu hidup berdampingan secara damai sebagai dua negara yang merdeka dan berdaulat. Solusi dua negara (two-state solution) ini merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh bangsa Indonesia dan menjadi landasan bagi penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Hasanuddin menekankan bahwa pengakuan kemerdekaan yang bersifat resiprokal ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia, yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk bangsa Palestina dan Israel. Ia juga menambahkan bahwa sikap ini telah lama menjadi aspirasi bangsa Indonesia terkait solusi dua negara.

Pernyataan Hasanuddin ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat, asalkan Israel juga mengakui kemerdekaan Palestina. Prabowo menyampaikan hal itu dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Jakarta.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia selalu mendukung penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Ia juga menegaskan bahwa kemerdekaan bagi bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang abadi di kawasan tersebut. Namun, Prabowo juga menekankan pentingnya mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan aman.

Dengan demikian, sikap Indonesia terhadap potensi hubungan diplomatik dengan Israel sangat jelas: dukungan diberikan dengan syarat mutlak bahwa Israel harus mengakui kemerdekaan Palestina dan menghentikan segala bentuk agresi. Sikap ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan keadilan bagi seluruh bangsa.