Benarkah Konsumsi Susu Setiap Hari Jamin Pertumbuhan Tinggi Anak? Ini Kata Ahli Gizi

Mitos Susu dan Tinggi Badan: Tinjauan Ahli Gizi

Iklan susu seringkali menampilkan visualisasi anak-anak yang tumbuh tinggi dan kuat berkat konsumsi susu setiap hari. Narasi ini seolah-olah menempatkan susu sebagai kunci utama untuk mencapai tinggi badan ideal. Bahkan, belum lama ini, pernyataan seorang tokoh publik mengindikasikan hal serupa, dengan mengaitkan tinggi badan anaknya yang di atas rata-rata dengan kebiasaan minum susu 2 liter per hari sejak kecil.

Namun, apakah klaim tersebut benar adanya? Apakah susu benar-benar menjadi faktor penentu utama dalam pertumbuhan tinggi anak? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita simak penjelasan dari para ahli gizi.

Susu Bukanlah Prioritas Utama Setelah Usia 1 Tahun

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi, Sp.GK, susu bukanlah prioritas utama dalam pemenuhan nutrisi anak setelah melewati usia 1 tahun. Beliau menekankan bahwa nutrisi yang paling utama harus dipenuhi melalui makanan padat.

Makanan padat yang mendukung pertumbuhan tinggi anak adalah makanan yang kaya akan:

  • Energi
  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak

Nutrisi-nutrisi ini termasuk dalam golongan makronutrien. Kekurangan salah satu komponen makronutrien dapat menghambat pertumbuhan anak.

Setelah kebutuhan makronutrien terpenuhi, penting juga untuk memastikan asupan vitamin dan mineral yang cukup. Vitamin dan mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan tinggi anak antara lain:

  • Vitamin D
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Magnesium
  • Seng
  • Yodium

Pergeseran Paradigma Gizi: Dari "4 Sehat 5 Sempurna" ke "Isi Piringku"

Konsep "4 Sehat 5 Sempurna" yang pernah populer di Indonesia, menempatkan susu sebagai pelengkap setelah nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah. Namun, konsep ini sudah tidak relevan lagi sejak tahun 2014.

Sebagai gantinya, Indonesia kini mengadopsi konsep "Isi Piringku" yang menekankan proporsi makanan yang seimbang dalam setiap hidangan. Dalam konsep ini, setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sementara setengah lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk-pauk.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tinggi Anak

Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, Dr. Santi, menegaskan bahwa konsumsi susu setiap hari tidak lagi relevan dengan prinsip gizi seimbang. Beliau menambahkan bahwa susu bukanlah minuman wajib.

Kebutuhan nutrisi harian seperti protein, kalsium, vitamin D, dan nutrisi lainnya dapat dipenuhi dari sumber makanan selain susu.

Selain asupan makanan, ada faktor lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan tinggi anak, antara lain:

  • Stimulasi tubuh
  • Keadaan lingkungan
  • Kondisi ekonomi keluarga (faktor eksternal)
  • Jenis kelamin
  • Ras
  • Usia
  • Genetika (faktor internal)

Faktor genetik memegang peranan penting dalam menentukan tinggi badan anak, yaitu sekitar 60-80%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti nutrisi, hormon, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi kesehatan, dan tingkat stres.