Sapi Simental 'Bruno Gemoy' Milik Presiden Prabowo: Asal Usul, Karakteristik, dan Perawatan Intensif

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian dengan sapi kurban pilihannya, seekor sapi Simental bernama 'Bruno Gemoy'. Sapi berbobot 845 kilogram ini diperoleh dari seorang peternak lokal bernama Suyatno, pemilik Rojo Koyo Farm di Sidorejo, Pakal, Surabaya.

Sapi Simental, juga dikenal sebagai 'Swiss Fleckvieh', berasal dari lembah Sungai Simme di Swiss. Ras ini dikenal karena ukuran tubuhnya yang besar dan produksi susu yang baik. Ciri khasnya adalah warna bulu yang bervariasi, mulai dari emas, merah, hingga putih, seringkali dengan pola bercak putih di punggung, kepala, dan bahu. Sapi Simental jantan dapat mencapai berat antara 1.050 hingga 1.300 kg, sementara betinanya berkisar antara 700 hingga 900 kg. Sapi ini memiliki rentang hidup produktif selama 1 hingga 1,5 tahun, dengan potensi hidup alami mencapai 15 hingga 20 tahun.

Di Rojo Koyo Farm, 'Bruno Gemoy' menerima perawatan intensif menjelang hari raya kurban. Suyatno, sang peternak, menjelaskan bahwa perawatan tersebut meliputi sterilisasi kandang, penyediaan ventilasi udara yang baik, alas karpet untuk menjaga kebersihan, pemijatan rutin, dan pemandian. Bahkan, 'Bruno Gemoy' juga dimanjakan dengan alunan musik dan kipas angin agar tetap nyaman dan sehat. Perawatan khusus ini dilakukan untuk memastikan 'Bruno Gemoy' dalam kondisi prima saat dikurbankan.

Sapi Simental telah menyebar luas ke berbagai benua sejak pertama kali dikembangkan di Swiss. Diperkirakan terdapat 40 hingga 60 juta ekor sapi Simental di seluruh dunia, dengan sebagian besar berada di Eropa. Selain dagingnya yang bernilai ekonomis, susu sapi Simental juga dapat dikonsumsi. Sebagai herbivora, sapi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menghasilkan susu. Pakan sapi umumnya terdiri dari rumput silase, jerami, jerami alfalfa, biji-bijian, dan jagung. Seringkali, pakan tersebut dicampur dengan jelai, gandum, mineral, dan vitamin untuk memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Sapi juga membutuhkan air dalam jumlah besar, sekitar 25 galon per hari.

Kehadiran 'Bruno Gemoy' sebagai sapi kurban pilihan Presiden Prabowo menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan ternak dan kualitas hewan kurban. Pembelian sapi dari peternak lokal juga memberikan dukungan bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan peternak.