Pertemuan Bilateral Prabowo-Macron: Prioritaskan Perdamaian Palestina dan Perkuat Kemitraan Strategis
Presiden terpilih Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (28/5). Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin penting, termasuk komitmen bersama untuk mendorong perdamaian di Palestina dan penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Macron dan menekankan pentingnya peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Ia menyoroti bahwa hubungan ini didasari oleh saling menghormati, kedaulatan, kemerdekaan, hak asasi manusia, dan demokrasi. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global, Prabowo meyakini bahwa Indonesia dan Prancis dapat berkontribusi positif terhadap stabilitas dunia.
Fokus pada Penyelesaian Konflik Palestina
Salah satu isu utama yang dibahas adalah penyelesaian konflik di Gaza, Palestina. Prabowo mengungkapkan bahwa ia dan Macron sepakat untuk mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar yang adil dan berkelanjutan. Prancis berkomitmen untuk terus mendesak gencatan senjata segera di Gaza dan menjamin akses kemanusiaan penuh bagi warga sipil yang terdampak.
Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia yang mengakui hak Israel untuk merdeka dan berdaulat. Ia menyatakan bahwa Indonesia siap menjalin hubungan diplomatik dengan Israel apabila Israel mengakui kemerdekaan Palestina.
Undangan ke Bastille Day dan Penguatan Kerja Sama
Macron mengundang Prabowo sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Revolusi Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli mendatang. Prabowo menerima undangan tersebut dengan sukacita dan menugaskan Menteri Pertahanan untuk menyiapkan kontingen TNI terbaik untuk berpartisipasi dalam defile acara tersebut.
Selain itu, Prabowo meminta Macron untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) di Prancis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi di sektor pendidikan dan berbagai isu strategis lainnya, termasuk kerja sama pertahanan dan partisipasi dalam latihan militer bersama.
Prancis, menurut Prabowo, merupakan mitra utama dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan Indonesia, termasuk melalui pengembangan industri pertahanan dengan produksi bersama (joint production) dan alih teknologi.
Berikut poin-poin penting yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut:
- Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis.
- Pembahasan kondisi geopolitik dan geoekonomi global.
- Dukungan terhadap penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara.
- Undangan kepada Prabowo untuk menghadiri Bastille Day.
- Peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya STEM.
- Penguatan kemitraan dalam modernisasi alutsista pertahanan.
Pertemuan bilateral ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Prancis serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas global.