Patricia Gouw Tanggapi Santai Kritik Warganet Terkait Aksi Memompa ASI di Konser Lady Gaga
Model dan presenter ternama, Patricia Gouw, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah videonya saat memompa ASI di konser Lady Gaga di Singapura tersebar luas. Aksi ini menuai beragam reaksi dari warganet, termasuk komentar-komentar negatif yang ditujukan kepadanya.
Menanggapi hal tersebut, Patricia Gouw memilih untuk tidak terlalu ambil pusing. Ia menjelaskan bahwa kegiatan memompa ASI di tempat umum sebenarnya sudah menjadi kebiasaannya sejak lama. "Sebenarnya saya agak heran kenapa baru sekarang jadi viral. Saya sudah sering melakukan ini, misalnya saat di Disneyland, bahkan saat naik roller coaster juga saya pumping. Begitu juga saat konser Lisa, saya juga melakukan hal yang sama," ungkap Patricia saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Presenter yang akan segera melebarkan sayapnya ke dunia akting melalui film "La Tahzan" ini menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu mempedulikan komentar-komentar negatif yang datang. "Saya jujur tidak peduli. Saya tahu persis apa yang terbaik untuk anak saya. Biarkan saja mereka (netizen) berkomentar," tegasnya.
Istri dari Daniel Bertoli ini menyadari bahwa komentar negatif dari publik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, ia memilih untuk tidak terpengaruh oleh nyinyiran tersebut. "Netizen akan selalu punya pendapat, biarkan mereka bersuara dan mengetik. Kalau saya sampai terpengaruh dan stres, produksi ASI saya bisa menurun, kasihan anak saya," ujar Patricia Gouw.
Dalam kesempatan yang sama, Patricia Gouw juga menjelaskan bahwa ASI yang dipompa di tempat yang kurang steril tidak akan langsung diberikan kepada anaknya. ASI tersebut akan dimanfaatkannya untuk keperluan lain, yaitu sebagai campuran air mandi. "Saya tetap memompa ASI, tidak semuanya 100 persen untuk anak saya. Kalau dipompa itu sakit ya kan. (ASI-nya) Saya bawa pulang, itu untuk mandi, bagus untuk kulit," pungkasnya.
Dengan santai, Patricia Gouw menanggapi berbagai komentar warganet. Baginya, kesehatan dan kecukupan ASI untuk buah hatinya adalah prioritas utama. Ia pun tak ragu untuk tetap melakukan pumping di mana pun ia berada, termasuk di tempat umum seperti konser, dengan tetap memperhatikan kebersihan dan keamanan.
Patricia Gouw juga berharap agar para ibu menyusui lainnya tidak merasa malu atau takut untuk melakukan pumping di tempat umum jika memang diperlukan. Ia menekankan pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi demi kesehatan dan tumbuh kembangnya. Tindakan Patricia Gouw ini kemudian memicu perdebatan di kalangan warganet, beberapa mendukung tindakannya sebagai bentuk dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif, sementara yang lain mengkritiknya karena dianggap tidak memperhatikan etika dan tempat. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, Patricia Gouw tetap teguh pada pendiriannya untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.