Depok Tinggalkan Cap Kota Intoleran, Walikota Sambut Kenaikan Peringkat Toleransi
Kota Depok mengalami peningkatan signifikan dalam indeks toleransi nasional, sebuah perkembangan yang disambut baik oleh Walikota Supian Suri. Setelah sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi terendah, Depok kini menunjukkan kemajuan pesat dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Walikota Supian Suri mengungkapkan rasa syukurnya atas lompatan 16 peringkat yang diraih Depok dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025. Peningkatan ini, menurutnya, merupakan kebanggaan bagi seluruh warga Depok dan menjadi bukti komitmen pemerintah kota dalam memajukan nilai-nilai toleransi. Sebelumnya, Depok sempat terperosok ke posisi paling bawah dalam daftar kota toleran, sebuah citra yang ingin diubah oleh pemerintahan saat ini.
"Saya juga Alhamdulillah sekali lagi progressnya naik 16 tingkat ya. Itu menjadi satu kebanggaan lah buat kami," ujar Supian Suri.
Menurut Supian Suri, Pemerintah Kota Depok telah berupaya melakukan perbaikan setelah berdiskusi dengan Setara Institute untuk mencari tahu penyebab Depok dicap sebagai kota intoleran. Meskipun tidak merinci kebijakan apa saja yang dimaksud, Supian Suri menyebutkan bahwa ada beberapa kebijakan terdahulu yang menjadi penyebabnya.
Sebelumnya, Kota Depok sempat menyandang status kota paling intoleran selama tiga tahun berturut-turut, yaitu pada IKT tahun 2020, 2021, dan 2022. Pada laporan IKT 2022, Depok menempati peringkat terbawah, tepat di bawah Kota Cilegon, Banten, dengan skor hanya 3,610.
Kenaikan peringkat Depok dalam IKT 2025 menjadi sorotan karena merupakan salah satu peningkatan paling signifikan di antara 94 kota yang dinilai. Hal ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam membangun ekosistem toleransi mulai membuahkan hasil. Setara Institute sendiri mengakui bahwa perbaikan ini tidak lepas dari komitmen para pemangku kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan menghargai perbedaan.
Faktor Pendorong Peningkatan Toleransi:
- Komitmen Pemerintah Kota: Pemerintah Kota Depok menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan nilai-nilai toleransi melalui berbagai program dan kebijakan.
- Inisiatif Lokal yang Progresif: Berbagai inisiatif lokal yang mendukung kerukunan antarumat beragama dan kelompok masyarakat berkontribusi pada peningkatan toleransi di Depok.
- Evaluasi Kebijakan: Pemerintah Kota Depok melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai kurang mendukung toleransi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.
- Dialog dan Kerjasama: Pemerintah Kota Depok menjalin dialog dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil, untuk mempromosikan toleransi.
Setara Institute berharap bahwa keberhasilan Depok dalam meningkatkan toleransi dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia. Mereka juga menekankan pentingnya evaluasi berkala dan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan bahwa nilai-nilai toleransi terus terjaga dan ditingkatkan di seluruh wilayah Indonesia.
"IKT telah menggerakkan kota-kota untuk berkompetisi di jalan pemajuan toleransi dengan memenuhi standar-standar yang ditetapkan," tulis Setara Institute dalam laporan resminya.