Petinggi Danantara Sanggah Isu Pengunduran Diri Ray Dalio
Isu mengenai mundurnya investor ternama Ray Dalio dari jajaran Dewan Penasihat Danantara telah dibantah oleh para petinggi perusahaan investasi tersebut. Bantahan ini muncul setelah adanya laporan dari Bloomberg yang menyebutkan bahwa Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, memilih untuk tidak bergabung dengan dewan penasihat meskipun pengumuman publik telah dilakukan pada bulan Maret lalu.
Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan tim dan putra Ray Dalio, Mark Dalio, dan pertemuan tersebut berjalan dengan lancar. Rosan juga menambahkan bahwa ia baru-baru ini melakukan pertemuan virtual melalui Zoom dengan Ray Dalio sendiri, membantah spekulasi tentang pengunduran diri investor kawakan tersebut.
Senada dengan Rosan, CIO Danantara Pandu Sjahrir juga menepis isu tersebut. Pandu menyatakan bahwa pihaknya masih menjalin komunikasi yang erat dengan Ray Dalio. Ia menyebutkan pertemuan dengan CEO Ray Dalio bulan lalu dan pertemuan dengan putranya minggu lalu sebagai bukti hubungan baik yang masih terjalin. Pandu juga berjanji akan membahas lebih lanjut mengenai peran Ray Dalio dengan pihak-pihak terkait.
Rumor mengenai ketidakikutsertaan Ray Dalio dalam Danantara pertama kali mencuat melalui laporan Bloomberg, yang mengutip sumber anonim yang dekat dengan Ray Dalio. Sumber tersebut menyatakan bahwa Ray Dalio enggan untuk bergabung dengan Dewan Penasihat Danantara meskipun perusahaan telah mengumumkan penunjukannya bersama dengan tokoh-tokoh bisnis dan politik terkemuka lainnya seperti Helman Sitohang, Jeffrey Sachs, Chapman Taylor, dan Thaksin Shinawatra.
Alasan di balik keputusan yang disebut-sebut sebagai pembatalan keikutsertaan Ray Dalio ini masih belum jelas. Pihak Danantara sendiri tetap pada pendirian bahwa Ray Dalio masih menjadi bagian dari struktur organisasi mereka, dan komunikasi terus berjalan dengan baik.