Upaya Penertiban PKL dan Parkir Liar di Pasar Ciluar Bogor Terus Digencarkan
Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang masih marak di kawasan Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, permasalahan klasik ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi pihak pengelola pasar dan instansi terkait. Kepala Pasar Ciluar, Isni Jayanti, mengungkapkan bahwa praktik kucing-kucingan antara petugas dan pelanggar masih kerap terjadi.
"Kami terus berupaya menertibkan PKL dan parkir liar di sekitar pasar. Namun, kesadaran masyarakat akan pentingnya ketertiban umum masih menjadi kendala utama," ujar Isni. Ia menambahkan bahwa situasi di lapangan cenderung fluktuatif. Ketika petugas berada di lokasi, kondisi pasar relatif tertib, namun begitu petugas lengah, kesemrawutan kembali terjadi.
Untuk mengatasi permasalahan parkir liar, pihak Pasar Ciluar telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. Sebuah lahan seluas 10 ribu meter persegi telah disiapkan untuk menampung PKL dan kendaraan. Lahan tersebut diharapkan dapat menampung lebih dari 500 pedagang. Namun, Isni mengakui bahwa lahan yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya terus mencari solusi alternatif, termasuk berkoordinasi dengan pemilik ruko di sekitar pasar untuk memanfaatkan area parkir yang ada.
Berikut adalah beberapa upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh pihak Pasar Ciluar untuk menertibkan PKL dan parkir liar:
- Koordinasi Intensif: Melakukan koordinasi secara berkala dengan Dishub, Satpol PP, dan pihak kepolisian untuk melakukan penertiban secara terpadu.
- Penyediaan Lahan Alternatif: Memaksimalkan penggunaan lahan seluas 10 ribu meter persegi yang telah disiapkan untuk menampung PKL dan kendaraan.
- Pengaturan Titik Parkir: Membagi titik-titik parkir secara strategis di sekitar pasar untuk mengurai kepadatan dan meminimalisir parkir liar.
- Sosialisasi dan Edukasi: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketertiban umum melalui sosialisasi dan edukasi secara berkala.
- Pemanfaatan Parkir Double Decker: Mengoptimalkan penggunaan fasilitas parkir double decker yang telah tersedia.
- Pendekatan Humanis: Melakukan pendekatan humanis kepada para koordinator parkir liar yang mayoritas merupakan warga sekitar untuk mengarahkan mereka ke area parkir resmi.
Isni menekankan bahwa penertiban PKL dan parkir liar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Ia berharap, dengan adanya kesadaran dan kerjasama dari semua pihak, Pasar Ciluar dapat menjadi pasar yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua pengunjung dan pedagang. Pengembangan lahan pasar juga menjadi salah satu solusi jangka panjang yang sedang dipertimbangkan untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir dan mengakomodasi kebutuhan pedagang.