Distribusi Kartu Nusuk Hampir Rampung: Fokus Jemaah Haji Beralih ke Mekkah

Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M memasuki babak baru dengan hampir selesainya pendistribusian Kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Tanah Suci. Hingga saat ini, lebih dari 95 persen jemaah, tepatnya 176.437 dari total 185.075 orang, telah menerima kartu penting tersebut. Kartu Nusuk, yang berfungsi layaknya identitas resmi, menjadi syarat utama bagi jemaah untuk mengakses berbagai layanan dan fasilitas selama berada di Mekkah.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag), Akhmad Fauzin, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan delapan syarikah yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Syarikah-syarikah tersebut, termasuk Rifadah, Rawaf Mina, Mashariq Dzahabiyah atau Sana Mashariq, Rifad, Mashariq Mutamayyizah atau Rakeen Mashariq, Dluyuful Bait, Rehlat wa Manafea, dan MCDC, memiliki peran vital dalam memastikan kelancaran distribusi Kartu Nusuk kepada seluruh jemaah.

Seiring dengan berakhirnya operasional layanan haji gelombang pertama di Madinah, seluruh jemaah haji Indonesia kini terkonsentrasi di Mekkah. Kondisi ini menuntut peningkatan kewaspadaan dan persiapan yang matang, baik dari pihak penyelenggara maupun jemaah itu sendiri.

Mengingat padatnya Masjidilharam, PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah untuk:

  • Membatasi pelaksanaan umrah sunnah secara berulang guna menghindari kelelahan fisik.
  • Memanfaatkan waktu yang ada untuk memperdalam pemahaman tentang manasik haji, baik secara mandiri maupun dengan bimbingan dari para pembimbing ibadah di pemondokan.

Selain itu, PPIH juga mengingatkan jemaah terkait kondisi cuaca ekstrem di Mekkah, di mana suhu dapat mencapai 41-43 derajat Celcius pada siang hari. Jemaah, terutama yang berusia lanjut, disarankan untuk melaksanakan ibadah wajib di masjid yang berada di dalam hotel.

Beberapa imbauan penting lainnya yang perlu diperhatikan oleh jemaah:

  • Selalu membawa identitas diri berupa Kartu Nusuk, kartu bus, dan nomor hotel.
  • Berada dalam rombongan saat menuju Masjidilharam dan tidak memisahkan diri.
  • Membawa tas serut untuk menyimpan sandal dan tidak menitipkannya kepada orang lain.

Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang mendalam tentang manasik haji, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan meraih haji yang mabrur.