Sanitasi Buruk dan Sampah Jadi Biang Keladi Stunting di Jakarta Selatan

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyoroti masalah sanitasi dan pengelolaan sampah sebagai penyebab utama stunting di wilayahnya. Temuan ini didasarkan pada data Gerebek Stunting tahun 2024, yang mengungkap bahwa pengelolaan limbah cair rumah tangga yang tidak memadai menjadi faktor dominan, mempengaruhi 90 persen kasus stunting.

Selain masalah limbah, pengelolaan sampah rumah tangga yang buruk juga menjadi perhatian serius, dengan persentase mencapai 89 persen. Kebiasaan merokok dalam keluarga (76 persen) dan asupan gizi yang tidak seimbang (62 persen) turut memperburuk situasi. Kondisi ini mendorong Pemkot Jakarta Selatan untuk mengambil langkah-langkah konkret, termasuk melibatkan seluruh jajaran pemerintah, dari camat hingga lurah, dalam upaya penanganan stunting. Penilaian Delapan Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kinerja nyata di lapangan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, menekankan pentingnya data yang akurat dan valid dalam upaya penanggulangan stunting. Data tersebut akan disajikan kepada tim penilai dari Provinsi DKI Jakarta. Meskipun tantangan masih ada, Jakarta Selatan telah mencatatkan kemajuan yang menggembirakan dalam menurunkan angka stunting.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Jakarta Selatan adalah 16,6 persen, angka terendah di antara wilayah kota/kabupaten lain di DKI Jakarta. Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan penurunan lebih lanjut menjadi 14,9 persen. Penurunan juga terjadi pada persentase balita dengan kondisi underweight dan wasting. Capaian ini menjadi modal berharga bagi Jakarta Selatan untuk mewujudkan target bebas stunting.

Ali Murthadho mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dan berinovasi dalam penanganan stunting, dengan harapan Jakarta Selatan dapat mencapai 'Zero Stunting'. Program-program inovatif dan kolaboratif terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang baik, pengelolaan sampah yang benar, serta pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak.

Upaya penanggulangan stunting di Jakarta Selatan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lingkungan yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Dengan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, Jakarta Selatan optimis dapat mencapai target bebas stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.