Kementerian Agama Gelar Sidang Isbat untuk Tetapkan Awal Zulhijah 1446 H dan Idul Adha
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan Zulhijah 1446 Hijriah, yang menjadi penentu Hari Raya Idul Adha. Sidang penting ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/5).
Agenda sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Data hisab ini menjadi salah satu dasar pertimbangan utama dalam menentukan awal bulan Zulhijah. Setelah pemaparan, sidang dilanjutkan dengan pembahasan tertutup yang melibatkan perwakilan dari berbagai organisasi massa Islam (ormas Islam), tokoh agama, dan instansi terkait. Forum musyawarah ini bertujuan untuk mencapai mufakat dalam menentukan awal Zulhijah.
Proses penetapan melibatkan pengamatan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan secara serentak di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia. Laporan dari para pengamat hilal di berbagai daerah menjadi informasi penting yang dipertimbangkan dalam sidang isbat. Data hilal yang terkumpul, baik melalui metode hisab maupun rukyat, kemudian dianalisis secara komprehensif untuk menentukan apakah hilal sudah memenuhi kriteria visibilitas (imkanur rukyat) yang ditetapkan.
Hasil sidang isbat, yang meliputi penetapan awal Zulhijah 1446 H dan tanggal Hari Raya Idul Adha, akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers oleh Kementerian Agama. Pengumuman ini menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam melaksanakan ibadah di bulan Zulhijah, termasuk ibadah haji dan shalat Idul Adha. Jika dalam sidang isbat disepakati bahwa 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, maka Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.
- Tahapan Sidang Isbat:
- Pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.
- Sidang penetapan secara tertutup bersama tokoh ormas Islam dan instansi terkait.
- Konferensi pers hasil sidang.