Tim SAR Gabungan Berhasil Selamatkan Korban Longsor Samarinda di Tengah Kondisi Ekstrem

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban longsor di Samarinda, Kalimantan Timur, yang sebelumnya terperangkap di bawah reruntuhan tanah. Operasi penyelamatan berlangsung dramatis di tengah cuaca buruk dan kondisi tanah yang labil.

Korban pertama, bernama Ayu, ditemukan dalam keadaan selamat setelah tim SAR menerapkan sistem penyangga (shoring) untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut. Proses evakuasi menghadapi tantangan besar karena kontur tanah yang terus bergeser, memaksa tim untuk berhati-hati dan menyesuaikan strategi mereka. Menurut Komandan Pencarian Basarnas, Iwan Setiawan Abbas, tim telah melakukan penyisiran intensif untuk memastikan keamanan tim penyelamat di lokasi.

Setelah berhasil mengevakuasi Ayu, tim SAR segera fokus pada pencarian ibunya, Sutiah, yang juga tertimbun longsor. Dengan informasi yang diperoleh dari tim di lapangan, lokasi Sutiah berhasil ditemukan, dan yang menggembirakan, ia juga ditemukan dalam kondisi hidup. Upaya evakuasi terhadap Sutiah terus dilakukan dengan cepat mengingat kondisi yang mendesak dan cuaca yang tidak menentu.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang meninjau langsung lokasi longsor, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Ia menyatakan bahwa total empat korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik antara Basarnas, BPBD, TNI, Polri, sukarelawan, dan berbagai pihak terkait. Saefuddin Zuhri juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam proses evakuasi manual, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Menanggapi pertanyaan mengenai penyebab longsor di lokasi yang sama, Saefuddin Zuhri menjelaskan bahwa area tersebut sebenarnya telah diidentifikasi sebagai daerah rawan longsor. Namun, informasi tersebut belum ditindaklanjuti dengan pemasangan tanda peringatan yang jelas di lokasi. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya longsor dan segera memasang tanda peringatan di area-area rawan longsor di Samarinda.

Saefuddin Zuhri juga menjelaskan bahwa Samarinda dilanda hujan lebat dan lama sejak dini hari, yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah kota. Namun, ia memastikan bahwa sebagian besar genangan air tidak terlalu dalam dan telah ditangani dengan baik oleh pihak terkait.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Samarinda, meskipun tantangan cuaca dan kondisi tanah yang labil masih menjadi perhatian utama. Upaya pemantauan dan mitigasi bencana akan terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.