Nelayan Cilincing Andalkan Kompresor dalam Perburuan Kerang Hijau: Efektivitas dan Dilema Larangan

Dilema Penggunaan Kompresor oleh Nelayan Kerang Hijau di Cilincing

Di tengah laut Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, terlihat aktivitas para nelayan yang tengah menyelam mencari kerang hijau. Pemandangan ini lazim ditemui, namun ada satu hal yang menarik perhatian: penggunaan kompresor sebagai alat bantu pernapasan. Bagi para nelayan, kompresor bukan sekadar alat, melainkan penopang utama dalam pekerjaan mereka.

Mulyadi (40), seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa kompresor memungkinkan mereka untuk menyelam lebih lama. Dengan kompresor, mereka dapat bertahan di bawah air hingga 10 menit. Jangka waktu ini sangat krusial dalam meningkatkan hasil tangkapan kerang hijau. “Kalau selama ini enggak pakai kompresor enggak kuat, paling lama satu menit, ada juga yang enggak sampai satu menit,” ungkapnya. Dalam sekali penyelaman selama 10 menit, seorang nelayan mampu mengumpulkan sekitar 15 kilogram kerang.

Efektivitas Biaya dan Kemudahan Penggunaan

Alasan lain yang mendasari penggunaan kompresor adalah faktor biaya dan kemudahan. Mulyadi menjelaskan bahwa penggunaan tabung diving, meskipun lebih aman, dianggap terlalu rumit dan mahal. Tabung diving memerlukan pengisian ulang (refill) secara berkala dan memiliki bobot yang signifikan, sehingga menyulitkan mobilitas nelayan di bawah air. “Kan kalau pakai tabung diving berat susah lagi, emang ribet lah, kalau tabung kan sekian menit harus naik atau revil lagi,” jelasnya.

Dilema Larangan Pemerintah

Penggunaan kompresor dalam mencari ikan dan kerang sebenarnya telah dilarang oleh pemerintah. Alat ini dianggap berbahaya bagi keselamatan nelayan dan berpotensi merusak ekosistem laut. Meskipun menyadari adanya larangan tersebut, para nelayan di Cilincing merasa belum menemukan alternatif yang efektif dan terjangkau untuk menggantikan kompresor. Mereka berharap ada solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan ekonomi mereka tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Para nelayan tetap menggunakan kompresor karena beberapa alasan:

  • Efisiensi Waktu: Kompresor memungkinkan nelayan untuk menyelam lebih lama, hingga 10 menit, dibandingkan tanpa alat bantu yang hanya memungkinkan penyelaman selama satu menit atau kurang.
  • Peningkatan Hasil Tangkapan: Dengan waktu menyelam yang lebih lama, nelayan dapat mengumpulkan kerang hijau dalam jumlah yang lebih besar, mencapai sekitar 15 kilogram dalam sekali penyelaman.
  • Biaya yang Lebih Rendah: Kompresor dianggap lebih ekonomis dibandingkan dengan penggunaan tabung selam (diving), yang memerlukan biaya tambahan untuk pengisian ulang (refill) dan memiliki bobot yang lebih berat.

Ketergantungan nelayan Cilincing pada kompresor dalam mencari kerang hijau menghadirkan sebuah dilema. Di satu sisi, alat ini membantu meningkatkan pendapatan dan efisiensi kerja. Di sisi lain, penggunaan kompresor melanggar peraturan pemerintah dan berpotensi membahayakan keselamatan nelayan serta merusak lingkungan laut. Diperlukan solusi inovatif dan kolaboratif antara pemerintah, nelayan, dan pihak terkait untuk mencari alternatif yang berkelanjutan dan aman bagi semua pihak.