Aksi Unjuk Rasa Desak Pemerintah Percepat Transisi Energi dan Tutup PLTU Babelan

Puluhan demonstran yang terdiri dari aktivis lingkungan, mahasiswa, dan perwakilan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Selasa (27/5/2025). Aksi ini bertujuan untuk mendesak pemerintah agar mempercepat transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, serta menutup Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Babelan yang dianggap merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Koordinator aksi, Dani Setiawan dari organisasi lingkungan Rizoma, menyatakan bahwa kebijakan iklim Indonesia saat ini tidak sejalan dengan komitmen global untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C. Ia menyebutkan bahwa kebijakan yang ada justru berpotensi meningkatkan suhu global hingga 4°C. Para demonstran membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan-tuntutan mereka, seperti "Hentikan Polusi Bekasi", "Selamatkan Lingkungan", dan "Tutup PLTU Babelan Sekarang Juga!".

PLTU Babelan menjadi sorotan utama dalam aksi ini. Para demonstran menuding PLTU tersebut sebagai sumber polusi udara yang merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Mereka juga menyoroti bahwa PLTU Babelan hanya melayani kebutuhan listrik kawasan industri, sementara dampaknya justru ditanggung oleh masyarakat luas, termasuk kerusakan ekosistem mangrove dan pencemaran udara akibat debu batubara.

Tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi ini meliputi:

  • Penutupan segera PLTU Babelan.
  • Pencabutan Peraturan Menteri ESDM No. 10 Tahun 2025 yang dinilai bertentangan dengan Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan.
  • Evaluasi ulang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025 untuk memprioritaskan pengembangan energi terbarukan.
  • Penyediaan jaminan sosial bagi masyarakat terdampak pasca-penutupan PLTU.

Massa aksi menuntut audiensi dengan Menteri ESDM atau pejabat terkait untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Mereka mengancam akan terus melakukan aksi serupa hingga tuntutan mereka dipenuhi. Aksi ini mendapat pengamanan dari aparat kepolisian untuk memastikan kelancaran dan ketertiban.

Aksi unjuk rasa ini menjadi simbol dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya transisi energi dan perlindungan lingkungan. Para peserta aksi berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mewujudkan kebijakan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan.