Polisi Dalami Kasus Vandalisme di Stadion GBLA Pasca Perayaan Juara Persib, Dua Orang Diamankan
Pihak kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), usai perayaan kemenangan Persib Bandung dalam kompetisi Liga 1. Penangkapan ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan mengenai kerusakan fasilitas stadion yang terjadi selama euforia perayaan juara.
Kombes Pol Budi Sartono, Kepala Polrestabes Bandung, mengonfirmasi penangkapan tersebut melalui pesan singkat. "Iya, (sudah diamankan), dua orang," ujarnya. Saat ini, kedua terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Mapolrestabes Bandung untuk mengungkap motif dan sejauh mana keterlibatan mereka dalam aksi vandalisme tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima oleh Polda maupun Polrestabes terkait kerusakan fasilitas stadion. "Pengaduan resmi belum ada ke Polda juga Polrestabes. Tapi kita tetap menunggu pelaporan apakah nantinya ada dari pihak manajemen Persib," jelasnya. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap berkoordinasi dengan manajemen Persib untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Koordinasi ini penting untuk menentukan langkah-langkah hukum yang akan diambil selanjutnya.
Kombes Pol Hendra Rochmawan menyayangkan tindakan vandalisme tersebut, meskipun kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan kenakalan remaja yang tidak terpuji dan perlu mendapatkan perhatian serius. "Dilihat dari kerugiannya memang tidak banyak namun bentuk vandalisme dan kenakalan remajanya sangat tidak terpuji," tegasnya.
Lebih lanjut, Hendra menekankan pentingnya pembinaan dan pemberian sanksi sosial terhadap pelaku vandalisme sebagai bentuk efek jera. Ia mengusulkan agar kasus ini terus diviralkan untuk memberikan sanksi sosial kepada para pelaku. Hal ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Sebelumnya, euforia perayaan juara Persib Bandung setelah mengalahkan Persis Solo di Stadion GBLA pada Sabtu, 24 Mei 2025, ternodai oleh aksi vandalisme yang dilakukan oleh sejumlah oknum suporter. Dalam video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di akun TikTok-nya, terlihat oknum suporter mencabuti rumput lapangan dan memotong jaring gawang. Aksi ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Dedi Mulyadi sendiri.
Dedi Mulyadi menyampaikan kekecewaannya atas tindakan vandalisme tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun merayakan kemenangan adalah hal yang wajar, tindakan perusakan fasilitas stadion tidak dapat ditoleransi. "Merayakan kemenangan adalah ekspresi yang kita nantikan. Tetapi saya tidak ada toleransi terhadap tindakan-tindakan yang mengarah pada kriminal melakukan perusakan terhadap fasilitas stadion yang kita banggakan," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa aparat penegak hukum akan menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah aksi serupa terjadi di masa mendatang, serta menjaga fasilitas publik tetap terawat dengan baik.