Jawa Tengah Intensifkan Penanggulangan TBC: Target Temukan dan Obati 90% Kasus di 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menargetkan penemuan 106.000 kasus tuberkulosis (TBC) pada tahun 2025 mendatang, dengan ambisi besar untuk memberikan pengobatan yang memadai kepada 90% dari jumlah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya risiko kematian dan dampak signifikan TBC terhadap produktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menekankan urgensi penanggulangan TBC. Ia menyebutkan penyakit ini memiliki dampak yang sebanding dengan Covid-19, bahkan dalam beberapa aspek, TBC dapat menyebabkan angka kematian yang lebih tinggi dan penurunan produktivitas yang signifikan.

Penelusuran Kontak Erat Sebagai Kunci

Untuk menekan laju penularan, Dinas Kesehatan Jawa Tengah menerapkan strategi tracing atau penelusuran kontak erat secara agresif. Setiap kasus TBC yang ditemukan akan ditelusuri hingga minimal delapan orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien. Strategi ini meniru pendekatan yang diterapkan selama pandemi Covid-19, dimana penelusuran kontak menjadi salah satu pilar utama dalam pengendalian penyebaran virus.

"Penularannya sangat cepat melalui kontak erat, ini sangat berbahaya. Jawa Tengah menargetkan 106.000 temuan kasus tahun ini. Sama seperti Covid-19, satu kasus ditemukan, delapan orang harus di-tracing", jelas Yunita.

Tantangan Pengobatan TBC

Yunita juga menyoroti beberapa tantangan dalam pengobatan TBC, terutama terkait dengan durasi pengobatan yang panjang dan potensi resistensi obat. Pasien TBC harus mengonsumsi obat secara rutin selama minimal enam bulan. Durasi ini seringkali menjadi kendala karena pasien dapat merasa bosan atau lalai dalam mengonsumsi obat.

"Obat TBC harus diminum selama enam bulan. Pasien seringkali merasa bosan. Jika mereka berhenti minum obat, pengobatan harus diulang dari awal. Kondisi ini dapat memicu resistensi obat, yang membuat pengobatan menjadi lebih mahal dan kompleks," ungkapnya.

Saat ini, baru sekitar 26% pasien TBC yang terdeteksi di Jawa Tengah mendapatkan pengobatan. Pemprov Jateng bertekad meningkatkan angka ini secara signifikan, dengan target 90% dari 106.000 kasus TBC dapat diobati dan disembuhkan pada akhir tahun 2025.

Dukungan Vaksinasi dan Hibah dari Bill Gates Foundation

Sebagai upaya pencegahan, Pemprov Jateng juga mendukung program vaksinasi TBC. Salah satu inisiatif yang mendapatkan dukungan penuh adalah hibah vaksin TBC dari Bill Gates Foundation, yang saat ini sedang dalam tahap uji klinis.

"Vaksinasi saat ini sedang dalam tahap uji klinis tahap ketiga. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran TBC. Orientasi kami sekarang adalah preventif dan promotif," pungkas Yunita.

Dengan kombinasi strategi penemuan kasus yang agresif, penelusuran kontak erat yang intensif, peningkatan akses pengobatan, dan dukungan vaksinasi, Pemprov Jateng optimis dapat mencapai target penanggulangan TBC pada tahun 2025.