Pengemis Badut di Klender Menghilang Pasca-Penertiban, Diduga Dibekingi Preman
Fenomena pengemis berkostum badut yang kerap terlihat di sekitar Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur, kini lenyap dari peredaran. Hilangnya pengemis yang sering membawa serta seorang anak kecil ini, terjadi sehari setelah petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) melakukan penertiban di lokasi tersebut.
Menurut penuturan Saipul, seorang warga yang berdomisili di sekitar Stasiun Klender Baru, pengemis tersebut memang sudah tidak terlihat sejak razia yang dilakukan oleh Dinas Sosial. Ia menduga, pengemis itu kini merasa takut untuk kembali beroperasi. Namun, Saipul meyakini bahwa pengemis tersebut akan kembali muncul jika petugas Dinas Sosial tidak lagi berjaga di area tersebut.
Saipul mengungkapkan, pengemis perempuan itu telah beroperasi di sekitar Stasiun Klender Baru selama bertahun-tahun. Aktivitas mengemisnya biasa dilakukan dari siang hingga malam hari. Ironisnya, pengemis tersebut selalu membawa serta anaknya saat beraksi. Bahkan, tak jarang anak tersebut terlihat tertidur pulas selama berjam-jam.
"Anak pertama perempuan, sekarang sudah SD. Dulu juga sering diajak mengemis. Sekarang anak kedua laki-laki juga dibawa. Sudah sekitar delapan tahunan lah dia mengemis di sini," ujar Saipul.
Lebih lanjut, Saipul menuturkan bahwa upaya penertiban yang dilakukan oleh Dinas Sosial pada hari Minggu (25/5/2025) lalu, sempat mengalami kendala. Pasalnya, saat hendak ditertibkan, pengemis tersebut berteriak histeris. Aksi ini kemudian memicu reaksi dari sejumlah preman yang diduga melindungi pengemis tersebut.
"Banyak teman si pengemis, preman sini juga kayak melindungi gitu. Petugas sudah mau mencoba membawa (pengemis), tapi dibela sama preman di sini, akhirnya dilepas sama Dinas Sosial," jelas Saipul yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Akibatnya, petugas Dinas Sosial hanya memberikan edukasi kepada pengemis tersebut di lokasi. Mereka tidak dapat membawa pengemis tersebut ke panti sosial karena mendapat perlawanan dari preman setempat.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang perempuan berkostum badut sedang duduk menggendong seorang anak yang tertidur pulas, viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kabar.jaktim. Dalam narasi video tersebut, disebutkan bahwa kondisi anak tersebut tidak wajar karena selalu tertidur pulas, baik sore maupun malam hari.
Selain itu, pengemis berkostum badut tersebut juga kerap membawa anaknya mengemis dalam kondisi hujan. Hal ini menuai kecaman dari warganet yang meminta petugas berwenang untuk segera menindaklanjuti kasus ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Rizqon Hermawan, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa saat hendak ditertibkan, pengemis perempuan itu berteriak histeris. Aksi ini kemudian memicu reaksi dari masyarakat dan preman di sekitar lokasi. Mereka mengerumuni petugas Dinas Sosial dan berusaha menghalangi penertiban.
"Dikarenakan menghindari hal yang tidak diinginkan, maka petugas hanya mengedukasi dan tidak dijangkau (tidak dibawa). Langkah selanjutnya, petugas akan memonitor secara berkala," kata Rizqon.