Tragis, Jumlah Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Meninggal di Tanah Suci Meningkat
Kabar duka kembali menyelimuti Embarkasi Solo, Jawa Tengah. Jumlah jemaah calon haji yang wafat di Arab Saudi terus bertambah, kini mencapai sembilan orang. Dua jemaah terbaru yang dilaporkan meninggal dunia berasal dari Kabupaten Semarang dan Kabupaten Tegal. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit di Makkah akibat penyakit yang mereka derita.
"Benar, ada tambahan dua jemaah Embarkasi Solo yang wafat di Arab Saudi. Dengan demikian, hingga saat ini total ada sembilan jemaah Embarkasi Solo yang meninggal dunia di Arab Saudi," ungkap Gentur Rachma Indriadi, Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, pada Senin (26/5/2025).
Identitas kedua jemaah yang baru wafat tersebut adalah Pudji Hardjo Baderi (65) dari Kelompok Terbang (Kloter) 34 asal Kabupaten Semarang dan Tohir Sarga Salkam (86) dari Kloter 16 asal Kabupaten Tegal.
"Keduanya wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Makkah pada hari Sabtu (24/5)," jelas Gentur.
Dijelaskan lebih lanjut, kondisi kesehatan kedua jemaah haji tersebut memang telah mengalami penurunan sebelum akhirnya dirujuk ke RSAS Makkah untuk mendapatkan perawatan intensif. Langkah ini diambil oleh petugas haji setelah melihat kondisi kesehatan mereka yang memburuk.
Jemaah atas nama Pudji Hardjo Baderi dilaporkan mengalami demam tinggi dan sesak napas. Setelah dilarikan ke RSAS Makkah, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.26 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sementara itu, jemaah bernama Tohir Sarga Salkam meninggal dunia akibat penyakit hematemesis melena. Beliau dinyatakan wafat pada pukul 15.45 WAS.
"Jemaah atas nama Pudji Hardjo meninggal dunia karena sakit demam dan sesak napas. Sementara jemaah atas nama Tohir Sarga, karena sakit hematemesis melena," imbuh Gentur.
Kedua jenazah jemaah haji tersebut telah dimakamkan di pemakaman Sharaya, Makkah. Pihak PPIH Embarkasi Solo terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, termasuk dalam penanganan jemaah yang sakit maupun yang meninggal dunia.