Dokter Kurniawati Putri: Pelayan Kesehatan Tanpa Batas di Pedalaman Jambi
Mengabdi di Tengah Keterbatasan: Kisah Dokter Kurniawati Putri
Di pelosok Jambi, seorang dokter muda bernama Kurniawati Putri, mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat yang terpencil. Bukan di ruang praktik yang nyaman, melainkan menembus hutan dan menyeberangi sungai, Putri mendatangi rumah-rumah pasiennya. Aksesibilitas yang sulit dan keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Melihat kondisi ini, Putri tergerak untuk memberikan pelayanan langsung ke rumah-rumah warga, membebaskan mereka dari kekhawatiran akan biaya rumah sakit yang mahal.
Perjuangan Putri tidaklah mudah. Perjalanan menuju rumah pasien bisa memakan waktu berjam-jam dengan berjalan kaki, melewati medan yang berat dan terisolasi. Meski begitu, semangatnya tidak pernah surut. Ia memahami bahwa banyak warga, terutama pasien stroke atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik, kesulitan untuk pergi ke rumah sakit. Oleh karena itu, ia mengambil inisiatif untuk mendatangi mereka, memberikan perawatan medis di lingkungan yang familiar dan nyaman.
Putri bercerita bahwa jumlah pasien stroke di wilayah tempatnya bertugas cukup tinggi. Untuk menjangkau mereka, ia harus memulai perjalanan sejak pagi buta, menembus jalanan yang rusak, hutan belantara, dan sungai yang mengalir deras. Tantangan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mentalnya. Sebagai seorang dokter perempuan yang sering bepergian ke daerah terpencil, rasa takut seringkali menghantuinya. Terutama ketika ia harus menangani pasien dengan disabilitas mental yang sulit diajak berkomunikasi dan terkadang menunjukkan perilaku agresif.
Menelusuri hutan dengan berjalan kaki juga bukan tanpa risiko. Selain jarak yang jauh, Putri juga harus menghadapi kekhawatiran akan bertemu dengan binatang buas. Namun, dengan niat yang tulus untuk membantu sesama, ia selalu berusaha untuk tetap tenang dan waspada.
Selain tantangan geografis dan keamanan, Putri juga menghadapi kendala bahasa ketika berhadapan dengan pasien dari komunitas adat terpencil seperti Suku Anak Dalam atau Orang Rimba. Dalam situasi seperti ini, ia mengandalkan bantuan dari warga lokal atau perangkat desa untuk menerjemahkan bahasa dan menjembatani komunikasi.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Putri tetap melayani pasien dengan sepenuh hati. Ia merasa bahagia dan termotivasi ketika melihat pasien merasa terbantu, terutama mereka yang menderita stroke atau memiliki anggota keluarga dengan disabilitas mental. Selain stroke dan gangguan mental, Putri juga sering menangani penyakit seperti diabetes, hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, dan tuberkulosis.
Seluruh pengobatan yang diberikan oleh Putri adalah gratis. Pasien dan keluarga mereka tidak dipungut biaya karena semuanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari sebagai bagian dari program prioritas Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief. Dalam sehari, Putri mampu mengobati lebih dari 15 pasien dengan berbagai macam penyakit. Tak jarang, satu rumah dihuni oleh dua hingga tiga pasien.
Keberadaan dokter seperti Putri membawa harapan baru bagi warga pelosok yang selama ini kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan. Meskipun demikian, ia tetap menyarankan agar pasien mendapatkan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat. Ia juga memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengikuti pola makan yang sehat.
Program layanan kesehatan keliling yang digagas oleh Bupati M. Fadhil Arief sejak tahun 2021 telah menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Batanghari, termasuk daerah-daerah terpencil. Dengan tekad dan langkah kaki yang tak kenal lelah, Dokter Kurniawati Putri telah membuktikan bahwa batas wilayah bukanlah penghalang untuk mewujudkan kesehatan bagi semua.
Daftar Penyakit yang Ditangani:
- Stroke
- Gangguan Mental
- Diabetes
- Hipertensi
- Osteoporosis
- Osteoartritis
- Tuberkulosis