15 Anggota Polri Bersinar Dinominasikan untuk Hoegeng Awards 2025: Kisah Dedikasi dan Inspirasi

15 Kandidat Penerima Hoegeng Awards 2025: Kisah-Kisah Inspiratif Polisi Teladan

Dewan Pakar telah memilih 15 polisi dari berbagai kategori sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2025. Para kandidat ini menunjukkan dedikasi tinggi dan memberikan inspirasi bagi masyarakat. Proses uji publik sedang berlangsung, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan informasi tambahan mengenai para kandidat.

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2025 terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka seperti Alissa Qotrunnada Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia), Putu Elvina (Wakil Ketua Komnas HAM), Mas Achmad Santosa (Mantan Plt Pimpinan KPK), Gufron Mabruri (anggota Kompolnas), dan Habiburokhman (Ketua Komisi III DPR). Uji publik dibuka sejak 11 Mei 2025. Masyarakat dapat mengirimkan masukan ke email [email protected] dengan subjek Hoegeng Awards 2025, menyertakan data pendukung, nama, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Panitia dan Dewan Pakar tidak menerima penggalangan dukungan.

Berikut adalah kisah singkat beberapa kandidat:

Polisi Berdedikasi

  • Kompol Tatang Yulianto: Membuat bimbingan belajar gratis untuk anak-anak di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, bahkan merekrut guru dengan sistem semi-sosial dan menggunakan dana pribadi.
  • Aipda I Gede Arya Suantara: Bhabinkamtibmas di Desa Gontoran, NTB, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, aktif mendukung kegiatan keagamaan Islam dan memberikan bantuan kepada petani setempat.
  • Aipda Rahmad Muhajirin: Bhabinkamtibmas di Bojonegoro, Jawa Timur, menggagas komunitas Marcapada untuk penanganan banjir dan menyediakan ambulans gratis serta membantu UMKM tahu tempe mendapatkan minyak goreng saat kelangkaan.

Polisi Tapal Batas dan Pedalaman

  • Bripka Batias Yikwa: Banit Reskrim Polres Keerom, Papua, mendirikan rumah baca untuk anak-anak di Kampung Baburia dan memberikan bantuan kepada kelompok tani.
  • Bripka Annas: Bhabinkamtibmas di Donggala, Sulawesi Tengah, yang bertugas di dua desa terpencil, menjadi guru pengganti dan mendirikan pondok belajar serta berperan dalam mencegah konflik antarkampung.
  • Bripka Riri Herlianto: Bhabinkamtibmas di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, membuat kelas Bhabinkamtibmas untuk menginspirasi anak-anak Dayak agar tidak putus sekolah di Pegunungan Meratus.

Polisi Berintegritas

  • AKBP Seminar Sebayang: Kepala SPN Polda Sulawesi Tengah, dikenal sebagai polisi yang memberantas suap dan pungutan liar serta hidup sederhana.
  • Kompol Reny Arafah: Siswa S2 PTIK, menolak suap dalam penindakan perjudian yang terselubung di ritual adat Dayak dan melakukan penggerebekan.
  • Brigjen Arief Adiharsa: Wakil Kepala Kortas Tipikor Bareskrim Polri, dikenal sebagai polisi antisuap, menolak bertemu dengan pihak berperkara, dan hidup sederhana.

Polisi Inovatif

  • Aiptu Karyanto: Membantu warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan mengembangkan tambak ikan air tawar di lahan kosong.
  • Iptu Andi Sri Ulva Baso: Menggagas inovasi Meja Tanpa Laci di ruang pelayanan publik untuk transparansi dan mencegah pungutan liar.
  • AKBP Condro Sasongko: Kapolres Serang, mengubah pola pikir warga terhadap polisi melalui program 'Ngariung Iman, Ngariung Aman'.

Polisi Pelindung Perempuan dan Anak

  • Kombes Retno Prihawati: Atase Polri di Manila, Filipina, menyelamatkan ratusan WNI korban TPPO.
  • Kombes Rita Wulandari: Kasubdit Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri, memiliki perhatian terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak serta mengungkap kasus penculikan dan pelecehan anak.
  • AKBP Ni Made Pujewati: Kasubdit Renakta Polda NTB, berhasil menuntaskan kasus pelecehan seksual dan menangani sejumlah kasus menonjol terkait TPPO dan kejahatan seksual pada anak.