Aktivitas Vulkanik Ile Lewotolok Meningkat, Ratusan Letusan Terjadi dalam Sehari
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok mencatat 106 letusan dalam periode 24 jam pada hari Minggu, 25 Mei 2025. Gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terus memuntahkan material vulkanik.
Menurut laporan dari Fajaruddin M. Balido, petugas PGA Ile Lewotolok, letusan tersebut menghasilkan kolom asap setinggi antara 100 hingga 300 meter di atas puncak kawah. Warna asap yang terpantau bervariasi antara putih dan kelabu. Data seismogram mencatat amplitudo letusan berkisar antara 15,2 hingga 48,6 mm, dengan durasi antara 42 hingga 60 detik. Erupsi ini disertai dengan lontaran lava pijar dan gemuruh yang terdengar lemah di sekitar gunung.
Aliran lava terpantau mengalir ke arah selatan dan tenggara sejauh 500 meter dari pusat aktivitas gunung. Hingga laporan ini dibuat, aliran lava masih terus berlangsung. Selain letusan, PGA Ile Lewotolok juga mencatat aktivitas seismik lainnya selama periode yang sama, meliputi:
- 142 kali gempa embusan
- 23 kali tremor harmonik
- 3 kali gempa vulkanik dalam
- 2 kali gempa tektonik lokal
- 1 kali gempa tektonik jauh
Secara visual, kondisi Gunung Ile Lewotolok terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis (0-II). Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 20-50 meter di atas puncak kawah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama warga yang tinggal di sekitar kaki gunung, khususnya di empat desa: Lamatokan, Jontona, Todanara, dan Amakaka. Saat ini, status aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II (Waspada). Peningkatan aktivitas ini memerlukan perhatian dan kewaspadaan dari semua pihak terkait.