Owen Rahardian Mundur, Kepemilikan PSBS Biak Kembali ke Tangan Masyarakat
Keputusan mengejutkan datang dari kubu PSBS Biak. Owen Rahardian, pemegang saham mayoritas klub berjuluk Badai Pasifik, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Langkah ini menandai kembalinya kepemilikan klub ke tangan masyarakat Biak, sebuah transisi yang diharapkan dapat membawa angin segar bagi tim kebanggaan Papua tersebut.
Pengumuman ini disampaikan setelah PSBS Biak mencatatkan sejarah gemilang dengan promosi ke Liga 1 dan berhasil mempertahankan posisinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk musim mendatang. Pencapaian ini menjadi catatan manis bagi Owen Rahardian, meskipun pada akhirnya ia memilih untuk mengakhiri perannya sebagai pemilik klub.
Dalam pernyataan resminya, Owen mengungkapkan bahwa dinamika internal dan perbedaan pandangan di antara para pemegang saham dan jajaran manajemen menjadi faktor utama yang mendorongnya untuk mengambil keputusan sulit ini. Ia merasa bahwa langkah mundur adalah pilihan terbaik demi keberlangsungan dan kemajuan PSBS Biak di masa depan.
"Saya sangat bangga dengan tim ini. Ini pertama kalinya PSBS masuk ke Liga 1 dan kami berhasil finis di posisi 10 besar. Itu pencapaian luar biasa dan saya sangat happy dengan seluruh usaha tim," ujar Owen.
Meski demikian, Owen menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak berarti ia akan meninggalkan PSBS Biak sepenuhnya. Ia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada tim, terutama dalam hal finansial. Nusa Tuna, perusahaan miliknya, akan tetap menjadi sponsor dan memberikan anggaran khusus untuk persiapan tim menghadapi musim depan.
"PSBS Biak akan selalu jadi bagian dari saya. Nusa Tuna akan terus support. Tapi, untuk urusan manajemen, itu bukan ranah saya lagi. Saya harap manajemen baru bisa segera menyusun rencana karena waktu menuju musim depan sangat sempit," tambahnya.
Proses pengembalian kepemilikan saham ke masyarakat Biak telah dimulai dengan penandatanganan dokumen pelepasan saham oleh Owen Rahardian dan Jimmy, salah satu pemegang saham lainnya. Langkah selanjutnya adalah menunggu Yan Mandenas untuk menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan.
Dengan kembalinya kepemilikan ke tangan masyarakat, diharapkan PSBS Biak dapat semakin solid dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah sepak bola nasional. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat Biak akan menjadi modal penting bagi tim untuk mengarungi musim-musim mendatang.
Berikut adalah poin-poin penting terkait pengunduran diri Owen Rahardian dan pengembalian kepemilikan PSBS Biak:
- Owen Rahardian mengundurkan diri sebagai pemilik PSBS Biak.
- Kepemilikan saham dikembalikan ke masyarakat Biak yang diwakili oleh Bupati dan Wakil Bupati.
- Keputusan ini diambil karena dinamika internal dan perbedaan pandangan.
- Owen Rahardian tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial melalui Nusa Tuna.
- Proses pengembalian saham sedang berlangsung dan menunggu penyelesaian dari Yan Mandenas.
Keputusan ini menandai babak baru bagi PSBS Biak. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan manajemen yang solid, Badai Pasifik diharapkan dapat terus bersinar dan mengharumkan nama Biak di dunia sepak bola Indonesia.